“Matahari Dari Lembana Mokallam”
Pukul 07.30, pagi itu aku baru bangun. Boro-boro
mandi, cuci muka saja saya malas, saya langsung sarapan dan ganti pakaian.
tanpa pamit saya bersama Dante, Yudi, Antok dan teman-teman yang lain dengan
bangganya mengenakan seragam putih-merah berjalan bersama-sama lewat jembatan
bambu di “uba” menuju ke sekolah di Lomba’ atau SD INPRES 047 Salutabang.
Nyaris saja terlambat. Masih di “petukasam”, kami sudah mendengar bunyi bel
yang dipukul oleh Verdy, atas perintah dari bapak guru P. Naldi, kami langsung menuju kebarisan berdasarkan kelas
masing-masing. Setelah semua barisan disiapkan oleh ketua kelas, bapak guru P.
Pirna memberikan sedikit arahan lalu
mengarahkan barisan mulai dari kelas 1 kemudian kelas 2 dan seterusnya sampai
kelas 6 untuk mengarah keruang pertemuan samping kantor.
Sesampainya diruangan itu, lagu “Satu Nusa Satu
Bangsa” dikumandangkan yang dipimpin oleh dirigen yang waktu itu oleh Neyen.
Bapak guru yang memimpin apel tadi kembali melanjutkan arahannya dan setelah
itu membubarkan pertemuan dan seluruh siswa mengarah kekelas masing-masing,
kecuali kelas 2 yang menunggu diluar sampai jam 10 setelah kelas 1 pulang.
Jam belajar dipergunakan dengan lancar. Sesekali
guru-guru kami yang terbatas berpatroli kekelas-kelas yang sedang asyik belajar untuk
memantau jangan sampai ada yang “ mongngo’ ” (ada banyak guru-guru kami
yang tercinta, P. Jakja, P. Pirna, P. Nakdi, P. Yuyuk, P. Sahi, P. Sippam, M.
Antik, P. Iwan dan masih banyak lagi tapi yang hadir saat itu hanya P. Nakdi
dengan P. Pirna)
Pukul 10:00, pak guru P. Nakdi kembali membunyikan
bel pertanda waktunya keluar main. Saya bersama Risa molompat kegirangan keluar
ruangan sambil teriak “keluar maiinnnnnnnn”. Kami bermain dan berteduh dibawah
sejuknya pohon “Bahana’” yang rindang. Ada yang bermain “kimba’” di lantai,
biasanya berjejer beberapa kelompok
dengan rapi, ada yang bermain “bom” , bahkan ada yang “siippi’-ippi’”.
Tanpa terasa waktu telah tiba pada pukul 11:00, pak
guru kembali membunyikan bel pertanda jam belajar ke 2 dimulai. Semua murid
mengarah ke kelas masing-masing.
Setelah beberapa saat belajar, bapak guru
mengintrupsikan kepada Eri untuk memukul bel tanda selesainya jam pelajaran.
Sekarang waktunya pulang. Teman-teman mengkremasi buku-bukunya kedalam tas
kecuali saya dan beberapa teman yang lain hanya memasukkan kedalam laci meja
lalu ditinggalkan menuju ruang pertemuan. Setelah sampai di ruangan itu, semua ketua kelas kembali mengarahkan anggotanya
untuk berbaris. Waktu itu bapak guru P. Pirna mengawali pertemuan dengan
sedikit arahan lalu menunjuk Selmi untuk memimpin lagu “Padamu Negeri” dan Sem
memimpin doa serta “mangkunci” Pidolin. Pidolin tinggal mengamankan semua
ruangan (yang ada “happo-happonya” sementara kami langsung berhamburan keluar
berlari bersama . Demikianlah cerita
saya yang singkat, mohon maaf jika ada
yang salah terlebih jika ada yang merasa
terganggu,atau pasti ada teman2 yang belum sempat tercatat. juga mohon kritik dan sarannya. Huhhh saya hampir menangis... JJ