Minggu, 10 April 2016

Naskah Drama Jenderal Shamila



ALLAH adalah  KASIH SEKALIGUS ADIL
Narator           :Dahulu kala ada sebuah kisah nyata yang terjadi di negara Rusia. Saat itu Rusia dipimpin seorang kaisar yang bertindak sangat diktator, dan setiap peraturan yang dibuat adalah hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga kaisar. Seorang jenderal yang bernama Jenderal Shamila yang tidak setuju dengan tindakan kaisar tersebut memberontak dengan rakyat yang mendukungnya, mereka bergerilya dari tempat ke tempat yang lain. Dengan kondisi bergerilya akhirnya pasokan makananpun cepat berkurang, dan akhirnya makananpun dijatah sehingga menyebabkan banyak orang yang kelaparan. Dalam kondisi ini akhirnya ada orang yang nekat mencuri bahan makanan.
Ibu:                 (Mencuri)
Narator            :Setelah terjadi pencurian, pengawal jenderal melapor.
Pengawal         : Lapor jendral! Telah terjadi pencurian
Jendral             : Ah... apa saja yang hilang?
Pengawal         : Kita kehilangan makanan.
Jendral             : Kumpulkan rakyat.
Pengawal         : siappp Jendral!
Pengawal         : (sementara berjalan diantara jemaat) Semua rakyat berkumpul!
Jendral             : Dengarkan rakyatku! Barang siapa yang kedapatan mencuri akan dihukum cambuk 50 kali.
Narator:           Dengan dikeluarkannya peraturan baru ini tidak ada orang yang berani melakukan pencurian. Satu minggu, 2 minggu dan 3 minggu berlalu tidak ada orang yang berani mencuri, minggu ke 4 ada orang yang berani mencuri bahan makanan.
Ibu                   : (Mencuri)
Narator:           Ketika terjadi pencurian pengawal jenderal melapor:
Pengawal: "Lapor jenderal, ada orang yang berani mencuri bahan makanan"
Jendral             : apa? Apa saja yang hilang?
Pengawal         : Bahan makanan.
Narator:           mendengar laporan ini jenderal Shamila sangat marah, bukan hanya karena terjadinya pencurian tetapi orang yang mencuri tersebut membantah dan memberontak terhadap peraturan yang dibuat oleh jenderal Shamila.
Jendral             : cari sampai dapat, kita harus menjalankan keadilan!
Pengawal         : siap jendral ( setelah itu, pengawal mencari dan menghadapkan si pencuri pada jendral)
Jendral             : buka !
Ibu                   : (menangis) maafkan ibu anakku.
Jendral             : Ibu, mengapa ibu melakukan ini semua?
Narator:           Jenderal Shamila bingung harus berbuat apa karena: kalau dia tega menghukum ibunya orang akan berkata bahwa Jenderal Shamila adalah jenderal yang tidak punya kasih, anak durhaka yang tidak tahu berbalas budi, sebagian rakyatnya pasti tidak akan mendukung dia lagi, dan kalau dia tidak menghukum ibunya maka orang-orang akan berkata bahwa dia bukan jenderal yang adil, maka sebagian orang tidak akan mendukung dia lagi.
Rakyat             : (gaduh) hukum dia? Jangan hukum dia.
Jendral             : Tenang rakyatku, tenang! Keadilan harus ditegakkan, hukuman harus dijalankan.
Jendral             : algojo! (algojo menghadap jendral) cambuk dia 50 kali!
Algojo             : tapi jendral?
Jendral             : tidak ada tapi-tapian, cepat!
Pengawal         : 1...2....
Jendral             : stoopppp!
Jendral             :(Jenderal Shamila maju menghampiri ibunya) "Ibu aku mengasihi engkau, aku tidak ingin ibu dihukum cambuk, tapi sebagai seorang jenderal yang adil hukuman harus tetap dijalankan". (Kemudian, Jenderal Shamila memerintahkan algojonya mencambuk Jenderal Shamila sebagai pengganti ibunya).
Ibu                   : (menangis)
Narator:           Dari cerita ini jelas terlihat bahwa Kasih dan Keadilan dapat bertemu kalau ada pengorbanan. Nach, demikian juga ALLAH yang mahapengasih dan ALLAH yang adil menyatakan kasih dan keadilanNya melalui pengorbanan diriNya di dalam diri YESUS Kristus......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar