ALLAH adalah KASIH SEKALIGUS ADIL
Narator :Dahulu kala ada sebuah kisah nyata yang terjadi di
negara Rusia. Saat itu Rusia dipimpin seorang kaisar yang bertindak sangat
diktator, dan setiap peraturan yang dibuat adalah hanya untuk kepentingan
pribadi dan keluarga kaisar. Seorang jenderal yang bernama Jenderal Shamila
yang tidak setuju dengan tindakan kaisar tersebut memberontak dengan rakyat
yang mendukungnya, mereka bergerilya dari tempat ke tempat yang lain. Dengan
kondisi bergerilya akhirnya pasokan makananpun cepat berkurang, dan akhirnya
makananpun dijatah sehingga menyebabkan banyak orang yang kelaparan. Dalam
kondisi ini akhirnya ada orang yang nekat mencuri bahan makanan.
Ibu: (Mencuri)
Narator :Setelah terjadi pencurian, pengawal jenderal melapor.
Pengawal : Lapor jendral! Telah terjadi pencurian
Jendral : Ah... apa saja yang hilang?
Pengawal : Kita kehilangan makanan.
Jendral : Kumpulkan rakyat.
Pengawal : siappp Jendral!
Pengawal : (sementara berjalan diantara jemaat) Semua rakyat
berkumpul!
Jendral : Dengarkan rakyatku! Barang siapa yang kedapatan
mencuri akan dihukum cambuk 50 kali.
Narator: Dengan dikeluarkannya peraturan baru ini tidak ada orang
yang berani melakukan pencurian. Satu minggu, 2 minggu dan 3 minggu berlalu
tidak ada orang yang berani mencuri, minggu ke 4 ada orang yang berani mencuri
bahan makanan.
Ibu :
(Mencuri)
Narator: Ketika terjadi pencurian pengawal jenderal melapor:
Pengawal: "Lapor jenderal, ada
orang yang berani mencuri bahan makanan"
Jendral : apa? Apa saja yang hilang?
Pengawal : Bahan makanan.
Narator: mendengar laporan ini jenderal Shamila sangat marah, bukan
hanya karena terjadinya pencurian tetapi orang yang mencuri tersebut membantah
dan memberontak terhadap peraturan yang dibuat oleh jenderal Shamila.
Jendral : cari sampai dapat, kita harus menjalankan keadilan!
Pengawal : siap jendral ( setelah itu, pengawal mencari dan
menghadapkan si pencuri pada jendral)
Jendral : buka !
Ibu :
(menangis) maafkan ibu anakku.
Jendral : Ibu, mengapa ibu melakukan ini semua?
Narator: Jenderal Shamila bingung harus berbuat apa karena: kalau
dia tega menghukum ibunya orang akan berkata bahwa Jenderal Shamila adalah
jenderal yang tidak punya kasih, anak durhaka yang tidak tahu berbalas budi,
sebagian rakyatnya pasti tidak akan mendukung dia lagi, dan kalau dia tidak
menghukum ibunya maka orang-orang akan berkata bahwa dia bukan jenderal yang
adil, maka sebagian orang tidak akan mendukung dia lagi.
Rakyat : (gaduh) hukum dia? Jangan hukum dia.
Jendral : Tenang rakyatku, tenang! Keadilan harus ditegakkan,
hukuman harus dijalankan.
Jendral : algojo! (algojo menghadap jendral) cambuk dia 50 kali!
Algojo : tapi jendral?
Jendral : tidak ada tapi-tapian, cepat!
Pengawal : 1...2....
Jendral : stoopppp!
Jendral :(Jenderal Shamila maju menghampiri ibunya) "Ibu
aku mengasihi engkau, aku tidak ingin ibu dihukum cambuk, tapi sebagai seorang
jenderal yang adil hukuman harus tetap dijalankan". (Kemudian, Jenderal
Shamila memerintahkan algojonya mencambuk Jenderal Shamila sebagai pengganti
ibunya).
Ibu : (menangis)
Narator: Dari cerita ini jelas terlihat bahwa Kasih dan Keadilan
dapat bertemu kalau ada pengorbanan. Nach, demikian juga ALLAH yang mahapengasih
dan ALLAH yang adil menyatakan kasih dan keadilanNya melalui pengorbanan
diriNya di dalam diri YESUS Kristus......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar